Cara Mengantisipasi Pemuaian Pada Kaca

Mengantisipasi Pemuaian Kaca

Mungkin anda pernah mendengari kata pemuaian atau penyusutan yang terjadi pada suatu benda.  Tepatnya, pemuaian dan penyusutuan terjadi pada benda padat, terkait dengan kepadatan molekul yang menyusun benda tersebut. Pemuaian atau penyusutan akan terjadi berkaitan dengan suhu benda tersebut. Tidak hanya zat cair atau gas. Benda padat, seperti kaca-kaca di toko kaca yang mengalami peningkatan suhu, akan mengalami pemuaian. Sementara, jika mengalami penurunan suhu, maka akan terjadi penyusutan.

Pengertian dan Macam-Mecam Jenis Pemuaian

Berdasarkan pengertiannya pemuaian diartikan sebagai sebuah peristiwa di mana panjang, luas dan volume suatu benda menjadi berubah (mengalami pertambahan) akibat adanya perubahan suhu. Dari pengertian tersebut, kita mengetahui bahwa pemuaian benda padat, ada tiga jenis. Yakni:

  • Pemuaian Panjang : bertambahnya ukuran panjang pada suatu benda, dikarenakan menerima kalor dan peningkatan suhu.
  • Pemuaian Luas : Berubahnya ukuran luas pada suatu benda, dikarenakan menerima kalor dan terjadi peningkatan suhu.
  • Pemuaian Volume : Bertambahnya ukuran volume pada suatu benda dikarenakan menerima kalor dan terjadi peningkatan suhu.

Pemuaian Pada Benda Padat

Pada dasarnya, penambahan panjang, luas atau volume benda pada saat terjadi pemuaian memang cukup kecil untuk benar-benar diiamati. Namun demikian, peristiwa ini sangat penting untuk diperhitungkan dalam merancang sebuah konstruksi bangunan.

Semua benda padat mengalami pemuaian dan penyusutan. Namun demikian, nilai muai per derajat celcius masing-masing benda berbeda satu sama lain. Muai pada paralon tentu berbeda dengan muai besi. Demikian juga muai pada beton berbeda dengan muai pada jembatan baja. Semuanya tergantung pada material benda tersebut. Apakah termasuk penyerap dan penghantar panas yang baik atau tidak.

Walaupun pertambahan panjang, luas dan volume yang terjadi tidak bersifat besar-besaran. Namun tetap diperlukan antisipasi yang baik. Biasanya dengan ditambahkan celah di sekitar benda tersebut.

Misalnya seperti rel kereta api yang sering terlihat membengkok. Hal ini dikarenakan kurangnya antisipasi atas pemuaian. Ruang celah yang disediakan hampir tidak ada atau tidak mencukupi. Sehingga pada saat terjadi pemanasan dan molekul bergerak semakin cepat pada saat terjadi pemuaian, namun tidak ada ruang untuk penambahan muai besi rel kereta, maka terjadilah pembengkokan rel besi tersebut.

Pemuaian Pada Kaca

Hal yang sama terjadi juga pada kaca. Untuk mengamatinya, kamu tidak perlu pergi ke toko kaca. Cukup amati saja kaca jendela yang ada di sekitarmu. Bukankah biasanya kaca dipasang tidak rapat dengan bingkainya? Melainkan ada celah sehingga kaca terpasang cukup longgar.

Amatilah kaca pada jendela tersebut dengan seksama. Jika cuaca cukup dingin seperti malam hari atau pada saat hujan, maka bingkai kaca akan terlihat longgar. Tapi pada saat matahari bersinar terik, bingkai akan terlihat lebih erat.

Hal yang sama juga dilakukan pada kaca bingkai foto atau lemari. Tetapi kaca jendela yang lebih sering terkespos dengan cuaca luar, lebih mudah diamati. Karena lebih signifikan perubahannya. Walaupun kusen jendela yang terbuat dari material kayu juga mengalami pemuaian, namun muai kayu tidak sebesar muai kaca. Sehingga pemuaian dan penyusutan pada kaca lebih mudah diamati.

Jika bingkai jendela tidak diberikan celah sebagai ruang pemuaian, maka pada saat terjadi pemuaian lalu panjang, luas serta volume kaca bertambah sementara tidak ada ruang pemuaian, kaca bisa menjadi pecah. Tidak peduli apa pun jenis kaca yang digunakan, pemberian celah ini tetap harus diberikan. Baik harga kaca tempered 12mm yang murah ataupun yang mahal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *