Category Archives: Konstruksi

Mengetahui Berbagai Paving Block Pelapis Jogging Track Paling Bandel

Paving Block Pelapis Jogging

Paving block juga dikenal sebagai paving bata adalah material konstruksi yang biasa digunakan untuk membuat trotoar atau pengerasan jalan. Area yang biasa menggunakan paving block biasanya ditemukan di area pintu masuk perkantoran, trotoar, taman kota, dan permukaan jalan kompleks perumahan.

Memasang paving block memiliki keuntungan. Fleksibilitas paving blok menjadikannya bahan yang sangat baik untuk digunakan di tempat terbuka. Biasanya dijual dengan beranekaragam warna. Sehingga memudahkan Anda untuk menyesuaikan tatanan landscape eksterior bangunan.

Paving block akan menyerap air hujan sehingga tidak mungkin ada genangan air di sekitar rumah. Susunan batu ini juga tahan lama untuk menahan segala cuaca dan iklim yang ekstrem – sehingga sangat cocok bila diaplikasikan ke area jogging. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan mengenalkan Anda pada paving block, harganya, serta panduan membuat jogging track dari susunan paving block.

Mengenal Jenis Paving Block

Di Indonesia, paving block yang diproduksi biasanya berjenis conblock. Masing-masing conblock memiliki klasifikasi berdasarkan ketahanan batu. Toko material biasanya mengklasifikasikannya ke dalam golongan A, B, C, D. Level A merupakan paving block paling padat yang bisa dipasang di jalan berlalu lintas tinggi dan dilewati mobil setiap hari. Semakin ke level selanjutnya, paving block tersebut diproduksi ke kapasitas yang lebih ringan. Misalnya saja paving block level D yang biasa dipasang di taman kota. Jenis D inilah yang

Sementara itu jika dilihat dari bentuknya, paving block memiliki jenis-jenis yang beraneka ragam dan bentuk. Dan berikut kelompok paving block berdasarkan bentuknya:

Harga paving block

Setiap paving block yang diproduksi memiliki kualitas yang berbeda-beda. Oleh karena itu setiap produsen mengklasifikasikan harga paving yang berbeda berdasarkan jenis, bentuk dan kapastiasnya. Berikut harga paving block berdasarkan jenisnya:

Paving Block Sahabat Jogging Track

Pernahkah Anda berpikir untuk mengubah lahan terbuka menjadi jogging track? Mungkin inilah saatnya bagi Anda untuk memulai hidup sehat. Jika halaman rumah Anda yang luas dipenuhi tanah atau rumput, mungkin sudah saatnya untuk melapisi permukaan tanah dengan paving block. Selain mengurangi becek, memasang paving block untuk olahraga juga dapat menyehatkan. Harga paving block per m2 juga tidak terlalu mahal, apalagi jika Anda yang memasangnya sendiri.

Langkah pertama:

Anda harus merencanakan desain jogging track yang diinginkan. Pertimbangkan bentuk paving block yang akan dipasang dan bandingkan dengan luas jogging track yang akan Anda buat.

Langkah kedua:

Bersihkan dan ratakan area yang akan dipasang paving block. Hal ini untuk mengurangi kemiringan atau genangan air. Paving block harus dipasang di area yang lurus agar tidak mudah lepas.

Langkah ketiga:

Pasang area yang ingin dipasang paving block dengan kanstin beton. Fungsinya, untuk mengunci susunan paving block agar tidak mudah bergeser.

Langkah keempat:

Hamparkan abu batu ke area yang ingin dipasang paving, kemudian ratakan dengan kayu.

Langkah kelima:

Pasang paving block dengan cara maju ke depan. Sementara kosongkan terlebih dahulu bagian tepinya.

Langkah keenam:

Potong paving block dengan ukuran yang sesuai untuk menutupi bagian tepi, dan pasang dengan hati-hati.

Langkah ketujuh:

Gunakan baby roller dan kelilingi seluruh permukaan untuk memadatkan paving block yang sudah terpasang.

Langkah kedelapan:

Bersihkan area jogging track paving block yang sudah tersusun rapi dengan sapu ijuk.

Jogging track Anda sudah siap pakai. Dan ajaklah keluarga untuk terbiasa dengan pola hidup sehat!

Perbedaan Kawat Bendrat dan Kawat Seling yang Perlu Diketahui

Perbedaan Kawat Bendrat dan Kawat Seling

Kawat bendrat menjadi salah satu material kerangka yang wajib ada ketika seseorang hendak membangun suatu bangunan. Selain bendrat, adapula jenis kawat lain yang juga biasa digunakan sebagai rangka bangunan, misalnya saja kawat seling. Lalu apa perbedaan diantara kedua jenis kawat tersebut? Apa kegunaan dari masing-masing jenis itu? Dan berapa harganya?

Perbedaan Kawat Bendrat dan Kawat Seling

Perbedaan Kawat Bendrat dan Kawat Seling

Terdapat beberapa perbedaan mendasar yang dimiliki oleh kawat seling dan bendrat. Lebih lengkapnya ialah sebagai berikut:

1. Definisi

Kawat bendrat kerap digunakan oleh ahli bangunan untuk membangun berbagai macam gedung seperti halnya rumah, rumah sakit, hingga mall. Jenis kawat ini sendiri biasanya berbentuk 1 helai dan tidak memiliki pluntiran, sehingga bendrat sering disebut sebagai kawat beton dan tali ikat.

BWG/bendrat umumnya dipergunakan sebagai pengikat dari susunan tulang-tulangan, seperti contohnya adalah untuk kolom, tulangan sloof, dan gelondong. Material yang bisa diaplikasikan sebagai pengikat dari batu decking dan tulangan ini memiliki harga kawat bendrat yang cukup terjangkau di kantong. Pasti, tidak akan membuat anggaran belanja material jadi jebol!

Sedangkan kawat seling ialah jenis kawat baja (wire rope) yang dipotong dengan ukuran tertentu, serta ditekuk pada salah satu atau kedua ujungnya. Sehingga akan membentuk mata yang berfungsi sebagai alat kait. Kawat seling ini dibagi menjadi 3 tipe berbeda berdasarkan fungsinya. Yakni kawat seling general untuk mengangkat dan menarik suatu barang. Kawat seling stainless steel sebagai dekorasi, serta kawat seling high performance yang sengaja dirancang untuk kebutuhan ekstrem dengan intensitas pemakaian yang sering.

2. Kegunaan

Pada dasarnya, kawat BWG memiliki kegunaan sebagai alat untuk merangkai beton. Namun, fungsinya itu kemudian dikembangkan menjadi pengikat tiang pancang ataupun material lain. Kegunaannya ini pun dianggap mirip dengan kawat seling. Hanya saja bendrat tidak dapat digunakan untuk menarik ataupun mengangkat benda. Jikapun dipaksakan untuk menarik dan mengangkat suatu benda, kawat bendrat tersebut malah akan putus. Karena memang sifat dari kawat ini kaku dan keras.

Berbeda halnya dengan bendrat, kawat seling memiliki fungsi dan manfaat yang lebih banyak. Sifatnya yang cenderung lentur membuatnya banyak digunakan sebagai alat untuk mengangkat barang-barang konstruksi. Sama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fungsi dari kawat seling ini berbeda-beda bergantung pada tipenya. Seperti menjadi dekorasi, alat untuk menarik barang, hingga untuk kebutuhan ekstrem dalam kegiatan konstruksi. Hampir semuanya bisa diselesaikan dengan menggunakan kawat seling.

3. Jenis

Dibawah ini merupakan beberapa jenis kawat BWG yang dibedakan berdasarkan ukurannya.

  • BWG 6

Jenis BWG 6 memiliki ukuran sebesar 5,20 Mm dengan material PVC atau kawat seng.

  • BWG 8

Dibentuk dengan bahan kawat seng atau PVC, BWG 8 memiliki ukuran 4,20 Mm.

  • BWG 10

BWG 10 biasanya memiliki ukuran 3,40 Mm. Sama seperti yang lainnya, jenis ini juga dibuat dengan material kawat seng atau PVC.

  • BWG 12

Ukuran untuk jenis BWG 12 ini adalah 2,85 Mm.

  • BWG 14

Juga dibentuk dengan bahan PVC/kawat seng, BWG 14 memiliki ukuran sebesar 2,10 Mm.

  • BWG 16

Kawat BWG 16 banyak dipasarkan dengan ukuran 1,60 Mm.

Sedangkan untuk kawat seling, terdapat 3 opsi ukuran yang dapat digunakan. Ialah 6×37 IWRC, 6×12+7FC, serta 6×36.

Itulah beberapa perbedaan yang dimiliki kawat seling dan juga bendrat secara umum. Untuk urusan harga kawat bendrat, biasanya berbeda-beda tergantung wilayah dan kebijakan dari tokonya. Namun, range-nya masih bisa dijangkau oleh semua kalangan.

Pastikan Pengerjaan Epoxy Lantai Lancar dengan Mempersiapkan Alat Penunjang Berikut

Pengerjaan Epoxy Lantai

Epoxy lantai adalah kegiatan yang dilakukan untuk melapisi permukaan lantai agar lebih tahan lama dan menciptakan tampilan yang menarik dengan pilihan warna cerah yang tersedia. Namun tampilan lantai menarik menjadi tidak penting jika tidak diimbangi dengan ketahanan yang baik sehingga proses injeksi beton pada pembuatan lantai sebelum dilapisi epoxy menjadi sangat penting.

Alat Penunjang Pengerjaan Epoxy Lantai

Ada beberapa alat penunjang yang harus dipersiapkan untuk mempermudah pengerjaan epoxy lantai, agar pengecatan berjalan lancar. Beberapa alat yang wajib dipersiapkan oleh pekerja epoxy lantai diantaranya

1.Floor  Scrubber

Alat ini berfungsi untuk membersihkan permukaan lantai sebelum diaplikasikan cat epoxy, dengan kekuatan pembersih hingga 3200m2/h. Dengan daya kekuatan ini sangat efektif membersihkan kotoran pada permukaan lantai yang bisa mengganggu daya rekat cat epoxy.

2.Alat Injeksi Beton

Alat ini juga bisa digunakan dalam menunjang proses epoxy lantai, di mana ia bisa mengantisipasi kerusakan pada beton sebelum diaplikasikan cat epoxy. Sehingga jika dalam proses pengecekan permukaan lantai terdapat masalah pada lantai beton bisa dilakukan injeksi beton dengan alat tersebut.

3.Mixer Listrik

Mixer listrik berperan penting dalam mencampurkan komponen yang ada dalam epoxy lantai yakni hardener dan resin epoxy. Penyediaan alat ini sangat penting di mana hasil dari epoxy lantai juga sangat dipengaruhi oleh baiknya proses pencampuran komponen yang dilakukan.

4.Cat Roll

Alat terakhir yang paling penting dalam menunjang proses epoxy lantai adalah cat roll yang menjadi alat bantu  pengaplikasian cat pada lantai. Biasanya jenis kuas yang digunakan adalah spike roller dengan permukaannya yang terdiri dari duri kecil yang berfungsi meratakan permukaan dan memecah gelembung udara yang biasanya terjadi saat pencampuran epoxy.

Itulah beberapa alat yang bisa menunjang proses epoxy lantai sehingga berjalan dengan lancar tanpa hambatan di tengah jalan. Dengan melihat peran penting dari masing-masing alat ini mewajibkan seorang yang akan mengerjakan epoxy lantai untuk menyediakannya di awal sebelum melakukan pengerjaan. Selain itu memperhatikan kesiapan permukaan lantai beton yang akan dilapisi epoxy juga sangat  penting agar ketahanannya bisa terjaga, bila perlu gunakan injeksi beton untuk memperbaiki kerusakan lantai sebelum dilapisi.